Friday, October 2, 2020

Lingkungan Tempat Tinggalmu

Hai...hai...,
Hari ini mau cerita tentang lingkungan tempat tinggal aqu. Disini aqu masih tinggal dengan keluarga besar dari ibuqu. Rumah yang kami tempati saat ini adalah rumah peninggalan kakek dan nenekqu. Didalam rumah ini ada kakaknya ibuqu , sepupuqu, dan anakqu juga ibuqu. Total ada 8 orang yang menempati rumah ini. 
Kami hidup bersama dalam satu rumah tapi tetap saling menghargai satu sama lain. Jika ada makanan berlebih, kami saling berbagi satu sama lain. Alhamdulillah. 

Tuesday, September 29, 2020

Tempat yang membuatmu bahagia mengunjunginya

 Dear all, ......

Tempat apa sih yang bikin kalian ngerasa seneng dan bahagia mengunjunginya? 

Kalo aku sih sukanya tempat - tempat kaya pantai atau gunung atau mungkin taman hiburan gitu.

Karena disana aku bisa ketawa, menikmati alam terbuka dan berekspresi jadi diri sendiri tanpa perlu peduli apa kata orang. Perkataan orang - orang yang hanya bisa menilai dari luar tampilan ajja tanpa tau apa isi hati dan pemikiran kita.

Aku suka ke gunung, dengan aroma tumbuhan, pohon, tanahnya yang lembab dan berlumut, suara kicauan burung, serangga yang mungkin jarang kita temui di rumah atau lingkungan kita, pokonya begitu asri.

Sementara di pantai kita bisa merasakan terik matahari, deburan ombak, suara air nabrak batu karang, merasakan pasir dalam sela jari kita, juga menikmati angin sepoi - sepoi. 

Kalo ditaman hiburan sih gausah ditanya, hehe...kalian pasti tau disana kita bisa uji adrenalin kita dengan berbagai wahana yang bisa memompa jantung kita berdetak lebih kencang, kita bisa berteriak sekencangnya ditengah wahana yang sedang kita naiki tanpa perlu merasa takut ada orang yang terganggu. Ya...berteriaklah disana, karena disana tempatkan keramaian.

Semua tempat - tempat itu punya ciri khas nya masing-masing. Dan tempat-tempat itu cukup berkesan buatku. Kalo kalian bagaimana? 

Friday, September 18, 2020

Hal yang membuatmu merasa sedih

Hai hai....
Apa kabar pembaca? semoga dalam keadaan sehat yaa...aamiin.
Hari ini aqu bakal share tentang hal yang membuatqu merasa sedih, salah satunya adalah melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan agama (hehe...apasih baku banget? )...tapi ada benernya juga sih, emang hal itu patut buat diperhatikan, lalu hal-hal yang bikin orang tua kecewa, itu tuh rasanya pasti jadi sakit banget ke kitanya, kaya udah gagal gitu loh. Coba bayangin aja, kita dengan segala pola tingkah kita yang nyebelin, bikin kesel orang tua, tapi mereka selalu punya banyak stok hati untuk memaafkan kita, mengusahakan ngasih yang terbaik buat kita, tapi kitanya malah seenak jidat ngasih sikap sama mereka.hiks...

Orang tua adalah prioritas setelah Allah Sang Maha Pencipta, terutama Ibu yang sudah melahirkan kita, udah berjuang dengan nyawanya demi kita, gak ada sesuatu apapun di dunia ini yang bisa kita lakukan untuk ngebales semua yang ibu lakukan, GAK ADA !! garis bawahi yaa... GAK ADA !! So...hal yang bisa kita lakukan yaa..minimal jangan bikin ibu sedih, khawatir terhadap kita. Kalo kita bisa menghadirkan sedikit senyum aja di wajah ibu tuh rasanya sejuk banget di hati, Alhamdulillah gitu, such a bless. 

Saranqu untuk semuanya, termasuk diriqu juga sebagain pengingat, jangan sia-sia in masa-masa dimana kalian masih bisa berbakti sama orang tua kalian yaa...selagi mereka hidup,  maka itu adalah waktu kita untuk membahagiakan mereka, kalopun belum bisa yaa minimal gak bikin mereka sedih lah yaa, juga doakan selalu yang terbaik untuk mereka. aamiin.
Semoga kalian semua juga masih dikasih kesempatan buat bahagiain orang tua kalian yaa...

Makasih dah sempetin baca, dan sampe ketemu lain di lain kesempatan. 😊

Tuesday, September 8, 2020

Hujan...

Hai...hai...semua...
Semoga kalian ada dalam keadaan sehat dan terlindungi ya..aamiin...
Di blog kali ini, aku mau berbagi kisah mengenai hujan, lebih tepatnya moment yang paling di ingat saat hujan. 
Dulu waktu aku masih 7 tahun, ada satu moment yang gak bisa aku lupakan adalah...sesaat sebelum bener-bener turun hujan ada kilat yang menyambar di depan rumahku. Jadi dulu itu rumahku masuk ke gang, di depannya banyak pohon kecapi dan singkong, lalu sesaat sebelum hujan, aqu bersama ibu dan adikku sedang ada di ruang tamu, dan kami memang sedang menatap ke arah jendela dan sesaat itu pula petir menyambar ke dalam gang rumah kami. Otomatis kami bertiga kaget, tapi itu hanya terjadi sekali, gak lama kemudian hujan turun setelah kejadian kami lihat si kilat masuk gang. 
Sebetulnya rata-rata kisahku mengenai moment hujan yang gak bisa dilupakan itu kebanyakan terjadi di luar kota, karena moment selanjutnya adalah waktu aku sempat tinggal di daerah Purwakarta. Saat aku tinggal disana, lingkunganku berada di sekitar sawah, gunung dan hutan. Awalnya selalu berkesan ketika kita berasal dari kota besar lalu pindah ke pelosok daerah, tapi lama kelamaan aku merasa bosan. Begitupun saat hujan terjadi, aku kadang panik dan ingin kembali ke Bandung, tempat dimana aku merasa aman, yaa...setidaknya hujan di Bandung tidak selalu menampilkan petir dan kilat yang menggelegar. 
Dan dulu ketika aku sudah beranjak dewasa dan bekerja, aku sering melewati jalan menuju tempat kerja atau sepulang kerja dalam keadaan hujan. Tanpa jas hujan tanpa payung. Akh...hujan-hujanan dimotor dengan pasangan itu emang paling romantis saat itu, hehehe...

Itulah beberapa moment yang berkesan buatku tentang hujan. Bagaimana dengan kisah kalian dan hujan ? adakah yang istimewa ? 

Tuesday, September 1, 2020

Moment yang tak ingin terlupakan

 Halo semua...

Apa kabar ?

Semoga kalian semua dalam keadaan baik dan sehat. aamiin.

Menyambung tantangan 52 weeks journaling challenge dari ewafebri.com , disini aku akan cerita mengenai moment yang tak ingin terlupakan. Hmm...sebetulnya sih normalnya manusia pasti ingin menyimpan moment yang bahagia dalam hidupnya. Yaa...itu bener banget, aku pun sama, walau ada moment yang gak terlalu menyenangkan, tapi setidaknya kita harus bisa menerima bahwa itu semua adalah bagian dari hidup kita, dan moment itu adalah saksi perjalanan hidup kita saat berproses menjadi diri kita yang sekarang. Bener gak?! 


Aku gak akan cerita panjang lebar, apalagi sampai bener-bener detail , aku hanya akan sampaikan garis besar dari moment yang gak ingin aku lupain, diantaranya ada....: 

Moment kebersamaan dengan Almarhum Bapak, that was the best moment.

Lalu moment saat pertama kali liburan keluar pulau Jawa.

Moment pertama kali nerima gaji dari hasil kerja.

Moment dapet pasangan yang amat sayang dan pengertian.

Moment dimana aku bisa mulai menyikapi segala hal muram dalam hidupku menjadi bahan bakar untuk aku bangkit dari rasa keterpurukanku. Ini yang masih berproses hingga detik ini. 

Untuk teman-teman yang sedang dalam proses bertumbuh demi kebangkitan diri sendiri, yuk sama-sama bertumbuh jadi manusia yang lebih baik.

Jangan menyerah hanya karena keadaan. Selama kita yakin pada Sang Pencipta, Insyaallah pasti akan ada jalannya, cepat atau lambat.


Sekian dulu untuk journal hari ini, terima kasih banyak buat teman-teman yang mau sempetin buat baca. Semoga kita semua jadi manusia yang lebih baik.aamiin.

Tuesday, August 18, 2020

Memori menyenangkan tentang masa kecil

Hai semuanya 😀

Apa kabar? ...semoga kalian semua sehat dan bahagia yaa...aamiin

Disini aku mau cerita nih, sekarang aku lagi ikutan yang namanya 52 weeks journaling challenge gara-gara baru kenal sama yang namanya ewafebri.com . Menurutku dia keren banget sih, yaa semoga aku bisa mengikuti jejaknya (aamiin) wanita pemberi inspirasi. Jadi di blog nya itu ada tantangan buat bikin journal seminggu sekali lah minimal, ku pikir lumayan menarik juga  sambil melatih aku lebih luwes dalam ngeblog juga melatih kedisiplinanku gitu, hehe...(mohon maaf aku anaknya malesan gitu...dan suka ngikutin si mood yang mengajak pada penumpukan tugas, jadinya sering banget ngerjain apa-apa tuh last minute, huhuhu...).


Well...sudah cukup ya intro awal mulanya kenapa aku mulai ngeblog lagi untuk project yang berbeda ini. Semoga ini bisa jadi penyemangat biar makin rajin sharing, tolong koreksi tulisanku yang teman-teman kalo ada yang salah titik koma atau penempatan juga penyusunan kalimatnya yang mungkin masih belibet gitu, hehehehee....


Untuk minggu pertama ini, judul yang akan aku bawakan yaitu "Memori menyenangkan tentang masa kecil" disini aku bakal sedikit cerita mengenai masa kecilku yaa...

Jaman aku dulu sih seingatku gak terlalu banyak hal menyenangkannya, karena aku melaluinya dengan cukup sulit. Awalnya baik-baik aja seperti anak-anak kecil pada umumnya, aku tinggal sama kedua orangtuaku yang dua-duanya bekerja, tapi karena bapakku itu seorang interior design, beliau bisa bekerja dari rumah sambil nemenin aku main dan sekolah, sementara ibuku lebih banyak menghabiskan waktu dikantor karena pekerjaannya sebagai seorang sekertaris lapangan proyek-proyek pembangunan gedung, jalan dan sebagainya gitu. Tapi ibuku selalu menyempatkan waktu untuk menikmati hari liburnya dengan keluarga.

Aku ingat saat pertama kali belajar naik sepeda hingga jatuh di gunung pasir dan pulang dalam keadaan kaki berdarah, tapi aku tetap bahagia, karena berhasil pulang dengan tetap mengendarai sepeda itu dan bapakku menyambut kepulanganku kerumah dengan bangga karena anak perempuannya gak cengeng. Aku juga ingat saat pertama kali belajar main drum, hehehe...walau sekarang udah gak bisa lagi, karena entahlah udah lupa juga gimana step-stepnya..., dan aku ingat saat pertama kali main ke Dufan, waktu itu umurku berapa yaa?!...kurang lebih kelas 5 SD deh kayanya, waktu itu lagi liburan sekolah dan aku lagi nginep dirumah sodara di kawasan cibubur, itulah pertama kali aku main ke Dufan, ke Seaworld, pokonya main di Ancol deh dari pagi sampe magrib sekitar jam 6an. Wahana udah pada tutup kalo malem, jadi kita pulang pas gelap.

Sejauh masa kecilku, sepertinya hanya itu yang aku ingat, aku gak banyak wisata keluar rumah, kebagaiannku yaa dirumah, kumpul bersama keluarga intiku yang mengerti dan kenal aku betul terutama bapakku yang amat sangat luar biasa. Dekat dengan beliau itu bisa di ibaratkan kita tu batre kosong yang lagi di isi ulang, kreatifitas beliau yang gak ada henti, selalu punya ide buat mencairkan suasana, selalu bisa menghibur dan membuat orang yang berada disekitarnya merasa nyaman, entah dengan bercanda atau cuma ngobrol doang. Pembawaannya yang selalu rapih, wangi, dan bersih itu tuh udah gak ada duanya deh. Imannya yang kuat dan selalu jadi contoh kebaikan, MasyaAllah. Ku rasa beliau lah sumber kebahagianku. 

Alhamdulillah aku masih dikasih kesempatan dan waktu untuk bersama beliau walau cuma sampe umurku 7 tahun doang, tapi Alhamdulillah masih sempat mengenal sosok pahlawan pujaan dalam hidupku. aku belum bisa membahagiakanmu bapak, semoga doa-doa yang aku lantuntan sampe kesana. aamiin. Terima kasih telah mengajarkan kesabaran dan kasih sayang padaku. 

Lingkungan Tempat Tinggalmu

Hai...hai..., Hari ini mau cerita tentang lingkungan tempat tinggal aqu. Disini aqu masih tinggal dengan keluarga besar dari ibuqu. Rumah ya...